Detail Article

Dental Forensic Journal / Vol. 3. No. 2. 2016-12: 23 - 26


Age estimation through the examination from the third molar eruption pattern on the population of java and population of Tionghoa


Estimasi usia melalui pemeriksaan pola erupsi molar ketiga rahang bawah pada populasi jawa dan populasi Tionghoa

  1. Vinanto Putero Negoro
    Mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi, Departemen Odontologi Forensik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga
    vinanto_putero@yahoo.com
  2. Susy Kristiani
    Dosen Pengajar Departemen Odontologi Forensik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga
    vinanto_putero@yahoo.com
  3. Bambang Soegeng H
    Dosen Pengajar Departemen Odontologi Forensik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga
    vinanto_putero@yahoo.com

Abstract

Background: As one part of individual identification procedure is the age estimation which can be done to the living nor deceased individual. The age estimation using teeth eruption pattern can be done because the teeth eruption can be predicted in certain times which also has a certain criteria. Research on the third molar is recommended to identify the group of age from adolescent by using radiographic examination on the third molar and skeletal growth. Purpose: To know the difference from the age estimation by using the third molar eruption pattern from the population of Java and Tionghoa. Methods: Observing the third molar eruption pattern from the population of Java and Tionghoa by using Mann-Whitney Test which compares two variable from age 16 to 23 on the third molar eruption pattern from the population of Java and the third molar eruption pattern from the population of Tionghoa by using scoring method in every phase from the Al-Qatani atlas. Results: From 8 groups of age by Al-Qatani atlas phases showed a not so significant difference on 6 groups of age, which are the age of 16, 17, 18, 19, 20, 22 with scores p=0.134, p=0.850, p=0.018, p=0.017, p=0.010, p=0.470 that shows p>0.005 which means there are some differences but nothing significant and showed some significant differences between 2 groups of age which are the age of 21 and 23 with scores p=0.004 and p=0.003 that shows p<0.005 which indicates that there are significant differences. Conclusion: There are some differences but nothing significant between the third molar eruption pattern on the population of Java and Tionghoa with faster third molar development in Java population on each groups of age

Keyword: Erupsi molar ketiga, populasi Jawa, populasi Thionghoa,

Abstrak

Pendahuluan: Salah satu bagian dari prosedur identifikasi individu adalah estimasi usia yang dapat dilakukan pada individu hidup maupun yang telah meninggal. Estimasi usia menggunakan pola erupsi gigi bisa dilakukan karena kemunculan gigi (erupsi gigi) dapat diprediksi pada masa-masa tertentu yang juga memiliki ciri khas tertentu. Penelitian gigi molar ketiga direkomendasikan untuk mengidentifikasi usia kelompok remaja dengan cara pemeriksaan radiografi perkembangan gigi molar ketiga dan pertumbuhan skeletal. Tujuan : Mengetahui perbedaan estimasi usia melalui pola erupsi gigi molar ketiga pada populasi Jawa dan populasi Tionghoa. Metode : mengamati pola erupsi  populasi Jawa dan populasi Tionghoa menggunakan uji Mann whitney Test yang membandingkan dua variable umur 16-23 tahun anatara pola erupsi molar ketiga populasi Jawa dan pola erupsi molar ketiga populasi Tionghoa dengan metode penilaian (skor) di setiap fase pada atlas Al-Qatani. Hasil : Dari 8 kelompok umur menurut fase-fase di atlas Al-Qatani didapatkan hasil pebedaan yang tidak signifikan pada 6 kelompok umur yaitu 16,17,18,19,20,22 dengan skor p=0.134, p=0.850, p=0.018, p=0.017, p=0.010, p=0.470 yang menunjukan p>0.005 yang berarti adanya perbedaan tetapi tidak signifikan dan didapatkan perbedaan yang signifikan dari 2 kelompok umur yaitu 21 dan 23 dengan skor P=0.004 dan P=0.003 yang menunjukan P<0.005 yang berarti adanya perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan tetapi tidak signifikan anatara pola erupsi molar ketiga pada populasi Jawa dan pola erupsi molar ketiga pada populasi Tionghoa dengan rata-rata disetiap kelompok umur pertumbuhan pola erupsi molar ke tiga pada populasi Jawa lebih cepat dibandingkan pada populasi Tionghoa.


Daftar Pustaka

  1. 2. Setya A.P., Benindra, N. and Nurtami, S, Perkiraan usia individu melalui pemeriksaan gigi untuk kepintingan forensik kedokteran gigi (age estimation though dental examination in forensic dentistry). -, Jurnal PDGI, 2013.

Visitor Article : 3733

Visitor Download : 4