Detail Article

Oral Biology Dental Journal / Vol. 7. No. 1. 2015-01: 23 - 29


Cytotoxity Test of Kaempferia Galanga Extract On Cultur Fibroblast Cells BHK-21


UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK KENCUR (Kaempferia galanga) TERHADAP KULTUR SEL FIBROBLAS BHK-21

  1. Netty Sulis Kurniasari
    Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya-Indonesia
    nettysulis@gmail.com
  2. Indeswati Diyatri
    Staf Pengajar Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya-Indonesia
  3. Pratiwi Soesilowati
    Staf Pengajar Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya-Indonesia

Abstract

Background: Kaempferia galangal is one of herbal plants that can be used as alternative medicine after tooth extraction. Most of natural ingridients do not cause toxic effect, and scientific research must be done to determine the toxicity of Kaempferia galangal. Cytotoxic test was conducted to determine the effect of substance on cell viability. Purpose: The aim of this study was to determine the toxicological propities of Kaempferia galanga extract on fibroblast cells BHK-21. Method: The extraction method used in this study was maseration technique with 96% ethanol solvent. Kaempferia galanga extract was made in a series of concentrations by the method of dilution with a concentration of 100%, 50%, 25%, 12.5%, 6,25%, 3,125%, 1,56%, and 0,78%. Futhermore, the cytotoxic test on fibroblast cell BHK-21 was done using MTT assay. Microplate containing fibroblast cell BHK-21 that had been exposed to eight concentrations of Kaempferia galangal was incubated at 5% CO2 and temperature of 37 ̊ C in incubator for 24 hours. The result of MTT assay can be seen from the absorbent solution formazan crystal through specific wavelength 620 with elisa reader. Result: This study showed that Kaempferia galangal extract at concentrations of 3,125%, 1,56%, and 0,78% had IC50 values 61%, 76%, and 81% of fibroblast cells BHK-21 respectively. Kaempferia galangal extract at concentrations of 100%, 50%, 25%, 12,5%, and 6,25% had IC50 values 25%, 27%,27%, 26,9%, and 27% respectively. Conclusion: It can be concluded that the Kaempferia galangal extract were toxic to cultur of fibroblast cells BHK-21 at concentrations of 100%, 50%, 25%, 12,5%, and 6,25% wheareas at a concentration of 3,125%, 1,56%, and 0,78% were not toxic to cultur of fibroblast cells BHK-21.

Keyword: Kaempferia galanga extract, cytotoxic test, fibroblast cells BHK-21,

Abstrak

Latar Belakang: Kaempferia galanga merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai obat alternatif setelah pencabutan gigi. Sebagian besar bahan-bahan alam tidak menyebabkan efek toksik, dan penelitian ilmiah harus dilakukan untuk menentukan toksisitas kencur. Uji sitotoksisitas dilakukan untuk mengetahui pengaruh zat pada viabilitas sel. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan toksisitas ekstrak kencur pada sel fibroblas BHK-21. Metode: Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik maserasi dengan 96% pelarut etanol. Ekstrak kencur dibuat dalam serangkaian konsentrasi dengan metode dilusi dengan konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3.125%, 1,56%, dan 0,78%. Selain itu, uji sitotoksisitas pada sel fibroblas BHK-21 dilakukan dengan menggunakan uji MTT. Microplate yamg berisi sel fibroblas BHK-21 yang telah di papar delapan konsentrasi ekstrak kencur diinkubasi pada 5% CO2 dan suhu 37 ̊ C dalam inkubator selama 24 jam. Hasil MTT assay dapat dilihat dari larutan formazan kristal melalui gelombang tertentu 620 dengan elisa reader. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kencur pada konsentrasi 3125%, 1,56%, dan 0,78% memiliki IC50 nilai 61%, 76%, dan 81% dari sel fibroblast BHK-21 masing-masing. Ekstrak kencur pada konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, dan 6,25% memiliki IC50 nilai masing-masing 25%, 27%, 27%, 26,9%, dan 27%. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kencur yang toksik pada kultur fibroblas BHK-21 pada konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, dan 6,25% sedangkan pada konsentrasi 3,125%, 1,56%, dan 0,78% tidak toksik pada kultur sel fibroblas BHK-21.


Daftar Pustaka

  1. Yusuf, Mentari S, Efektivitas Penggunaa Jintan Hitam (Nigella sativa) dalam Proses Penyembuhan Luka Setelah Pencabutan Gigi. Makassar, Universitas Hassanudin, 2014.
  2. Yoneda T., Tomofuji R., Kwabata Y., Ekuni D., Azuma T. Kataoka K., Kunitomo M., Morita M., Application of Coenzyme Q10 for Accelerating :Soft Tissue Wound Healing after Tooth Extraction in Rats. n/a, Jurnal Nurtrients. Vol. 20. No.2, 2014.
  3. Kumar, Ajay., Chemical Composition of Essential Oil Isolated from The Rhizomes of Kampferia galangal L. n/a, International Journal of Pharma and Bio sciences. Vol. 5. No.1, 2014.

Visitor Article : 10072

Visitor Download : 10