Detail Article

Dentomaxillofacial Radiology Dental Journal / Vol. 7. No. 2. 2016-08: 15 - 19


Gender identificataion with morphometric analysis method of the maxillary sinus using cephalometric radiographic


Identifikasi jenis kelamin dengan metode analisis morfometrik sinus maksilaris melalui radiografi sefalometri

  1. Tiara Eva D
    Mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya-Indonesia
    tiaraevad@yahoo.com
  2. Sri Wigati Mardi Mulyani
    Staf Pengajar Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya-Indonesia
    swigati.nina@gmail.com
  3. Deny Saputra
    Staf Pengajar Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya-Indonesia
    d3nsaputra@gmail.com

Abstract

Background:  Radiography can be used in forensic human identification purposes, especially in cases where the body decomposed, fragmented, or burned. Radiological examination can help in providing an accurate picture of the specific methods that can be used to identify gender. It has been reported that the maxillary sinus remains intact, although the skull and other bones may be badly flawed in victims being burned and therefore, the maxillary sinuscould be used for identification.  Objective: This study was conducted to determine the maxillary sinus morphometric analysis method in the identification of gender through cephalometric radiographs.  Materials and Methods:  Overview seflometri lateral radiographs of 42 samples (21 male and 21 female) and morphometric analysis  (area and perimeter) of the maxillary sinus was analyzed using AutoCAD 2010 software (Autodesk, Inc.). Results: The average area of the maxillary sinus in males is 22.0290 cm2 and the woman is 16.9314 cm while the average perimeter in men is 18.2575 cm2 and women are 15.8241 cm. Someone supposed to male when the discriminant function is close to 1.073 and supposed to female when discriminant  function is  close  to  -1.073 .The  level  of  accuracy  in  this  study  amounted  to  90.5%.  Conclusion:  There were an average of area and perimeter larger in men than women on gender identification by morphometric analysis method of the maxillary sinus through cephalometric radiographs by measuring the area and perimeter.

Keyword: forensik, sinus maksilaris, analisis morfometrik, identifikasi jenis kelamin,

Abstrak

Latar  Belakang:  Radiografi  dapat  digunakan  dalam  keperluan  forensik  untuk  identifikasi  manusia  terutama  dalam
kasus dengan tubuh korban  membusuk, terfragmentasi, atau terbakar. Radiologi dapat  membantu dalam  memberikan
dimensi yang akurat dengan rumus tertentu yang dapat diterapkan untuk menentukan jenis kelamin. Dilaporkan bahwa
sinus maksilaris tetap utuh, meskipun tengkorak  dan tulang lainnya dalam  keadaan  buruk  pada  korban  yang terbakar
dan karena itu sinus maksilaris dapat digunakan untuk identifikasi.  Tujuan:  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
metode  analisa  morfometrik  sinus  maksilaris  dalam  identifikasi  jenis  kelamin  melalui  radiografi  sefalometri.  Bahan
dan  Metode:  Gambaran  radiografi  seflometri  lateral  dari  42  sampel  (21  laki-laki  dan  21  perempuan)  dan  analisis
morfometrik (luas  area dan  perimeter) sinus  maksilaris dianalisis menggunakan AutoCAD 2010 software  (Autodesk,
Inc.). Hasil: Rata-rata luas area sinus maksilaris pada laki-laki adalah 22,0290 cm
2
dan pada wanita adalah 16.9314 cm
sedangkan  rata-rata  perimeter  pada  laki-laki  adalah  18,2575  cm
2
dan  pada  wanita  adalah  15.8241  cm.  Kesimpulan:
Didapatkan rata-rata luas area dan perimeter yang lebih besar pada pria daripada wanita pada identifikasi jenis kelamin
dengan  metode  analisis  morfometri  sinus  maksilaris  melalui  radiografi  sefalometri  dengan  mengukur  luas  area  dan
perimeter.


Daftar Pustaka

  1. Gomez FM. , Sexual dimorphism in human teeth from dental morphology and dimensions: a dental anthropology viewpoint. . -, In: Moriyama H, editor. Sexual dimorphism. InTech, open access book;. p. 97-124., 2013.
  2. Perabuwijaya, B. , Analisa Konveksitas Wajah Jaringan Lunak Secara Sefalometri Lateral Pada Mahasiswa Deutro-Melayu Fkg Usu Usia 20-25 Tahun (Tahun 1999-2005),. -, Repository USU 2009. Hal: 6-7., 2007.
  3. Dhiman I, Singla A, Mahajan V, Jaj HS, Seth V, Negi P. , Reliability of frontal sinus with that of maxillary sinus in assessment of different types of skeletal malocclusions. . Indian, J Indian Orthod Soc [serial online] [cited 2016 Dec 17 ];49:96-103 , 2015.

Visitor Article : 2547

Visitor Download : 0