Detail Article

Periodontic Journal / Vol. 9. No. 2. 2017-07: 22 - 30


Gingivitis Severity Of Dental Installation Patient At Keputih Health Center Sukolilo District Surabaya In 2016 Using Gingival Index


Keparahan Gingivitis Pada Pasien Poli Gigi Puskesmas Keputih Kecamatan Sukolilo Surabaya Tahun 2016 Menggunakan Gingival Index

  1. Rainy Anis Daningtyas
    Student of Bachelor Program in Dental Surgery, Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
    rainy.anis-13@fkg.unair.ac.id
  2. Mohamad Rubianto
    Department of Periodontic, Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya-Indonesia
    rainy.anis-13@fkg.unair.ac.id
  3. Chiquita Prahasanti
    Department of Periodontic, Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya-Indonesia
    rainy.anis-13@fkg.unair.ac.id

Abstract

            Background. Gingivitis is a periodontal disease that extends from the gingival margin and be confined to the gingiva. Gingivitis begins with subgingival bacteria that cause disruption of the barrier function of the epithelium and inflammatory sulcular sustained or occur continuously. In general, gingivitis clinically characterized by the presence of bleeding, erythema, edematous and hyperplastic swelling, ulceration, changes in contour, gingival enlargement, change of gingival surface texture and there are no bone loss. Severity of gingivitis can be viewed using several indices, one of the ordinary is the Gingival Index (GI). Until now in Indonesia, especially Surabaya, there is no epidemiological data to date on the gingivitis severity. Purpose. The aim of this research was to know gingivitis severity of dental installation patient at Keputih Health Center Sukolilo district Surabaya in 2016 using gingival index. Method. This research is an observational descriptive with cross-sectional approach. There are 100 people that are studied in this research with simple random sampling method. The research instrument that used is questionnaire and periodontal probe. Conclusion. Most patient in dental installation Keputih Health Center Sukolilo district Surabaya have moderate gingivitis (53%). The other patient have mild gingivitis (44%), severe gingivitis (2%) and healthy gingiva (1%). The characteristic of the subject mostly female gender, age 35-44 years old, have a job as housewife, education graduate from high school, frequency of tooth brushing is twice a day (morning-night), and not regularly visit the dentist.  

Keyword: Gingival index, Gingivitis severity,

Abstrak

                  Latar Belakang. Gingivitis adalah penyakit periodontal yang meluas dari margin gingival dan terbatas hanya ada gingival. Gingivitis dimulai dengan adanya bakteri subgingiva yang menyebabkan disrupsi fungsi barier epithelium dan keradangan pada sulkus muncul atau terjadi secara terus menerus. Secara umum, gingivitis ditandai secara klinis dengan adanya perdarahan, eritema, edematous, pembengkakan hyperplastik, ulserasi, perubahan kontur, perbesaran gingival, perubahan tekstur permukaan gingival dan tidak adanya kehilangan tulang. Keparahan gingivitis dapat dilihat dengan menggunakan beberapa indeks, salah satunya yaitu Gingival Index (GI). Sampai sekarang di Indonesia, terutama di Surabaya, tidak ada data epidemiologi terbaru mengenai keparahan gingivitis. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keparahan gingivitis di poli gigi puskesmas Keputih kecamatan Sukolilo Surabaya tahun 2016 menggunakan gingival index. Metode. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan desain penelitian with cross-sectional. Terdapat 100 orang yang diteliti di penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan periodontal probe. Kesimpulan. Kebanyakan pasien di puskesmas Keputih Kecamatan Sukolilo Surabaya memiliki gingivitis sedang (53%). Subyek lainnya memiliki gingivitis ringan (44%), gingivitis berat (2%) dan gingival sehat (1%). Karakteristik dari subjek kebanyakan erjenis kelamin wanita, usia 35-44 tahun, memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, pendidikan terakhir SMA, frekuensi menyikat gigi 2 kali sehari (pagi-malam) dan mengunjungi dokter gigi hanya saat ada keluhan.  


Daftar Pustaka

  1. Albandar, Global risk factors and risk indicators for periodontal diseases. . -, Periodontology 2000, 2002.

Visitor Article : 276

Visitor Download : 3