Detail Article

Oral Biology Dental Journal / Vol. 7. No. 1. 0000-00: 1 - 4


Hepatoprotector effects of terpenoid fraction pegagan (Centella asiatica L urban) on mice (Mus musculus)


EFEK HEPATOPROTEKTOR FRAKSI TERPENOID PEGAGAN (Centella asiaticaL urban) PADA MENCIT (Mus musculus)

  1. Ira Arundina
    Staf Pengajar Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya-Indonesia
    arundinafkg@yahoo.com
  2. Wisnu Setyari Juliastuti
    Staf Pengajar Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya-Indonesia
  3. Patricia Tjendana
    Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya-Indonesia

Abstract

Background: Pegagan (Centella asiaticaL urban) is a reputed medical plant used in the treatment of various diseases including as a hepatoprotector. Purpose: This objective study was to prove  hepatoprotector effect of terpenoid fraction of Pegagan. Method: The study was done on 35 Mus musculus that were divided into 5 groups, negative control, positive control, and 3 group of  terpenoid fraction treatment. The terpenoid fraction divide into 3 concentration, 5,6mg/kgBW, 11,2mg/kgBW, 22,4mg/kgBW. It gived per oral once a day on 6 day on treatment groups, 1% CMC gived to negative control and positive control. In the 6th day, 250mg/kgBW of paracetamo gived to all groups. Blood was taken on day after that it sent to the laboratory for SGPT test. The result were compared and examined with Anova and LSD test. Result: The result was the decreasing of SGPT when terpenoid fraction applied compared to the positive control group. Conclusion: The study shows that terpenoid fraction of Pegagan have hepatoprotector effect because of asiaticoside, asiatic acid and madecassic acid compounds.

Keyword: pegagan, CentallaasiaticaL urban, fraksi terpenoid, hepatoprotektor,

Abstrak

Latar belakang: Pegagan merupakan tanaman yang  banyak digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit termasuk sebagai hepatoprotektor. Tujuan: Untuk membuktikan efek hepatoprotektor fraksi terpenoid pegagan. Metode: Penelitian ini dilakukan pada 35 mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok, kontrol negatif, kontrol positif, dan 3 kelompok perlakuan fraksi terpenoid. Fraksi terpenoid terbagi menjadi 3 konsentrasi, 5,6mg/kgBB, 11,2mg/kgBB, 22,4mg/kgBB. Diberikan peroral satu kali sehari selama 6 hari pada kelompok perlakuan, 1% CMC diberikan untuk kontrol negatif dan kontrol positif. Pada hari ke-6 diberi parasetamol 250mg/kgBB untuk semua kelompok. Darah diambil pada hari ke 7 lalu dikirim ke laboratorium untuk tes SGPT. Hasilnyadibandingkan dan diperiksadengan Anova dan uji LSD. Hasil: Hasilnya adalah penurunan SGPT pada fraksi terpenoid dibandingkan dengan kelompok kontrol positif. Kesimpulan: Penelitian memperlihatkan bahwa fraksi terpenoid Pegagan memiliki efek hepatoprotektor karena bahan aktif asiaticoside, Asiatic acid dan madecassic acid.


Daftar Pustaka

  1. Antony B, Santhakumari G, Merina B, Sheeba V, Mukkadan J, Hepatoprotective Effects of Centella Asiatica in Carbon Tetrachloride Induced Liver Injury In Rats. n/a, Indian Journal of Pharmaceutical Sciences 68(6) , 2006.
  2. James LP, Mayeux PR, Hinson JA, Acetaminofen Induced Hepatotoxicity. n/a, Drugs Metab Dispos, 2003.
  3. Wijoyo Y, Interaksi Sari Wortel dengan Parasetamol (kajian pada kinerja farmakokinetika parasetamol pada tikus putih jantan). n/a, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, 2003.

Visitor Article : 8669

Visitor Download : 16