Detail Article

Material Dental Journal / Vol. 8. No. 2. 2018-04: 47 - 52


Nutmeg extract gel (Myristica fragrans Houtt) apllication to the socket of mice after tooth extraction to the density of collagen fibers


Aplikasi gel ekstrak daging buah pala (Myristica fragrans Houtt) pada soket gigi tikus Wistar pasca ekstraksi terhadap kepadatan serabut kolagen

  1. Nurman Zulwudha Harwan
    Mahasiswa
    nurmanzh@yahoo.co.id
  2. R. Mohammad Yogiartono
    Staff Dosen FKG Unair
    drg_yogiartono@yahoo.co.id
  3. Rr. Asti Meizarini
    Staff Dosen FKG Unair
    asti_meizaini@yahoo.com

Abstract

Tooth extraction often results in the damage of periodontal tissues. The body initiates a physiological response to repair the damaged tissue by producing collagen. Collagen is an important factor in the healing process of damaged tissues. However it is important to suply the tissues witha an adequate amount of nutrition such as vitamins. The meat of nutmeg (Mystica fragrans Houtt) is rich in vitamin C, which is able to activate hydroxylaze polienzymes responsible for the production of collagen. Purpose: To investigate the effect of nutmeg extract on collagen production in the repairing process of post extracted tooth socket. Method: The tooth of 20 Male mices were extracted and diveided into four groups. The post extracted tooth sockets of the first, control group, were given  3% carboxymethyl cellulose natrium (CMC Na) gel. The other groups were tested with nutmeg extract at different concentrations of 25%, 50% and 75%. The gels were applied directly into the mice's  post extracted lower left incisives tooth sockets. After seven days the mice's mandibular were removed and the sockets were examined for Histopathology Anatomy (HPA) examination using Masson's Trichome (MT). Then the samples were examined for collagen density comparison under a binocular light microscrope and graticule under 400x. Result: Kolmogrov Smirnov was used to test normality, Levene test was used to test homogenity, Kruskal Wallis was used to compare statistical differences and post hoq was determined using Mann- Whitney. There is a significant difference between controlled and tested groups. Conclusion: The extract of nutmeg meat at a concentration of 75% is most effective at increasing collagen density in tissue repairing process

Keyword: Nutmeg, vitamin C, collagen fiber,

Abstrak

Tindakan ekastraksi pada gigi menimbulkan kerusakan jaringan pada soket. Tubuh merespon kerusakan jaringan secara fisiologis dengan penyembuhan luka. Keberadaan serabut kolagen  pada proses penyembuhan luka  sangat penting karena memberikan kemampuan jaringan untuk melakukan perbaikan serta pembentukan jaringan baru. Proses penyembuhan luka dapat dipercepat dengan nutrisi salah satunya vitamin. Daging buah pala mengandung banyak vitamin C yang dapat mengaktivasi prolienzim hidroksilase yang berfungsi untuk pembentukan kolagen. Tujuan: Mengetahui efek pemberian ekstrak daging buah pala (Mystica fragrans Houtt) dalam meningkatkan kepadatan kolagen pada proses penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi. Metode: Dua puluh delapan ekor tikus wistar jantan dilakukan ekstraksi gigi, kemudian dibagi dalam empat kelompok perlakuan, yaitu satu kelompok control dengan menggunakan gel carboxymethyl cellulose natrium 3% (CMC Na) dan tiga kelompok perlakuan dengan gel ekstrak dan daging buah pala masing-masing konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Gel diaplikasin pada soket tikus setelah pencabutan gigi insisivus kiri bawah. setelah hari ketujuh, mandibula dilepaskan soket bekas pencabutan gigi dibuat sedian preparat Histopatologi Anatomi (HPA) dengan pengecatan Masson's Trcihome (MT). Rerata kepadatan serabut kolagen dihitung menggunakan mikroskop binocular light dengan graticulae pada pembesaran 400x. Data  penelitian  dianalisis menggunakan Kruskall-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil: Uji statistik dengan Kruskall Wallis, serta uji Mann Whitney didapatkan perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan perlakuan. Simpulan: Gel ekstrak daging buah pala 75% yang diberilan pada soket gigi tikus wistar jantan merupakan dosis yang efektif untuk meningkatkan kepadatan serabut kolagen pada proses penyembuhan.


Daftar Pustaka

  1. Ngangi R S, Gambaran pencabutan gigi di Balai Pengobatan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi. p 4.. Manado, Universitas Sam Ratulangi, 2013.
  2. Mariati N W, Gambaran pencabutan gigi di Balai Pengobatan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi. p 4.. Manado, Universitas Sam Ratulangi, 2013.
  3. Hutagalung Bernat S P, Gambaran pencabutan gigi di Balai Pengobatan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi. p 4.. Manado, Universitas Sam Ratulangi, 2013.
  4. Sabol F, Immunohistological changes in skin wounds during the early periods of healing in a rat model. -, Veterinarni Medicina. 2012; 57(2): 77-82, 2012.
  5. Dancakova L, Immunohistological changes in skin wounds during the early periods of healing in a rat model. -, Veterinarni Medicina. 2012; 57(2): 77-82, 2012.
  6. Gal P, Immunohistological changes in skin wounds during the early periods of healing in a rat model. -, Veterinarni Medicina. 2012; 57(2): 77-82, 2012.
  7. Vasilenko T, Immunohistological changes in skin wounds during the early periods of healing in a rat model. -, Veterinarni Medicina. 2012; 57(2): 77-82, 2012.
  8. Putra ATW, Tingkat kepadatan fibroblas pada luka sayat mencit dengan pemberian gel lidah buaya (Aloe chinensis Baker). Riau, Bagian Patologi Anatomi dan Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2013. p. 1-8, 2013.
  9. Ade W, Tingkat kepadatan fibroblas pada luka sayat mencit dengan pemberian gel lidah buaya (Aloe chinensis Baker). Riau, Bagian Patologi Anatomi dan Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2013. p. 1-8, 2013.
  10. Hamidy MY, Tingkat kepadatan fibroblas pada luka sayat mencit dengan pemberian gel lidah buaya (Aloe chinensis Baker). Riau, Bagian Patologi Anatomi dan Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 2013. p. 1-8, 2013.

Visitor Article : 1064

Visitor Download : 2