Detail Article

Orthodontic Dental Journal / Vol. 7. No. 2. 2016-11: 38 - 42


Orthodontic treatment with non-syndromic hypodontia in the mixed dentition stage of development


Perawatan Ortodonsia dengan Kasus Hipodonsia Non-Sindromik pada Fase Geligi Pergantian

  1. Nadia Liliani Soetjipta
    Mahasiswa Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
    lil_nadh@yahoo.com
  2. Ervina R Winoto
    Staf Pengajar Departemen Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Surabaya - Indonesia
    erwinoto@gmail.com

Abstract

Background. Agenesis of one or more teeth is most common developmental malformation. Hypodontia is a failure of the development of one or several teeth germs (less than 6 teeth other than third molars) are relatively common in population. Hypodontia have a low and infrequent prevalence rates. Hypodontia often found with other dental anomalies such as microdontia, macrodontia and supernumerary teeth. Purpose.The aim of this study is to explain the case of hypodontia in a 7 year old female patient who lost five permanent teeth and microdontia on the left and right maxillary first molar teeth. Based on the anamnesis, the patient had no history of systemic disease and previous extraction. Result. After 4 months of treatment, there are corrections in rotation of lower central incicors. Conclucion. Orthodontic treatment could be the initial choice for treating dental malocclusion with hipodontia in the mixed dentition stage of developement.

Keyword: hypodontia, teeth anomalies, microdontia,

Abstrak

Latar Belakang. Agenisi satu atau lebih gigi merupakan malformasi pertumbuhan yang paling sering terjadi. Hipodonsia adalah kegagalan perkembangan dari satu atau beberapa benih gigi (kurang dari 6 gigi selain molar ketiga) yang relatif umum terjadi pada populasi. Hipodonsia memiliki tingkat prevalensi rendah dan jarang terjadi. Hipodonsia sering ditemukan dengan anomali gigi lain seperti mikrodonsia, makrodonsia, dan gigi supernumerary. Tujuan. Memaparkan kasus hipodonsia pada pasien perempuan berusia 7 tahun yang kehilangan lima gigi permanen dan mikrodonsia pada gigi molar pertama rahang atas kiri dan kanan. Berdasarkan anamnesa, pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik dan pencabutan sebelumnya. Hasil. Setelah 4 bulan perawatan didapatkan koreksi rotasi dari gigi 31 dan 41. Kesimpulan. Perawatan ortodonti dapat menjadi pilihan awal untuk perawatan maloklusi gigi disertai hipodonsia pada masa pergantian anak.


Daftar Pustaka

  1. Garib DG et al, Associated Dental Anomalies. - , J Appl Oral Sci, 2005.

Visitor Article : 3304

Visitor Download : 13