Detail Article

Dental Forensic Journal / Vol. 3. No. 2. 2016-12: 18 - 22


Palatal rugae pattern as a determinant of inheritance towards Tengger population


Pola Palatal Rugae Sebagai Penentu Pewarisan Pada Populasi Tengger

  1. Aisyah Marwah
    Mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi, Departemen Odontologi Forensik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga
    aisyah_marwah@yahoo.co.id
  2. Susy Kristiani
    Dosen Pengajar Departemen Odontologi Forensik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga
    aisyah_marwah@yahoo.co.id
  3. Mieke Sylvia M.A.R
    Dosen Pengajar Departemen Odontologi Forensik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga
    miekesud@gmail.com

Abstract

Background: Establishing a person’s identity can be a difficult process, DNA and fingerprint are the most common techniques, allowing fast ands secure identification processes. However these techniques can not always be applied. In some cases, it is necessary use palatal rugae pattern as an alternative technique for identification, because palatal rugae do not change during individual lifetime, unique, and stable during the person’s growth. Tengger population has an endogamy marriage tradition. So that it is a relatively homogeneous society. Therefore it was asumed that there would be a strong correlation between generations in the palatal rugae pattern in a family. Purpose: This research aims to prove that palatal rugae pattern could be used as a determinant of inheritance towards Tengger population. Method: This research is an observational-analytic. Collecting data of the palatal rugae pattern towards Tengger population  is taken directly by scoring using alginate and  thickening using the pencil.  Results: Result of this research showed unsignificant correlation with α > 0.05 between the first until the third generations. It means, there is no difference of palatal rugae pattern between parents and their next generations towards Tengger population. Conclusion: Palatal rugae pattern proved to be inherited. Wavy pattern commonly found on Tengger population

Keyword: Palatal rugae, pewarisan, populasi Tengger,

Abstrak

Latar Belakang: Menentukan identitas individu terkadang merupakan proses yang sulit, DNA dan sidik jari merupakan teknik yang paling sering digunakan karena proses yang cepat dan aman. Namun, teknik tersebut tidak selalu dapat digunakan. Pada beberapa kasus, pola palatal rugae dapat digunakan sebagai sarana alternatif dalam mengidentifikasi individu, hal ini disebabkan  pola palatal rugae tidak berubah selama masa kehidupan , unik, dan tetap stabil selama pertumbuhan seseorang. Populasi Tengger memiliki tradisi melakukan perkawinan secara endogami. Sehingga keadaan sosialnya relatif bersifat homogen. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara pola palatal rugae dengan beberapa generasi pada satu keluarga. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa pola palatal rugae dapat digunakan sebagai penentu pewarisan pada populasi Tengger. Metode: Observasional-analitik, sampel model didapatkan melalui pencetakan pola palatal rugae menggunakan alginat, kemudian ditebalkan dengan pensil. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukan korelasi yang tidak signifikan yaitu >0.05 antara generasi pertama hingga ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pola palatal rugae orang tua dengan anak  pada populasi Tengger. Kesimpulan: Pola palatal rugae telah terbukti bahwa diwariskan oleh orang tua terhadap anak. Pola palatal rugae dengan tipe wavy banyak didapati pada populasi Tengger


Daftar Pustaka

  1. Chairani S, Auerkari E, Pemanfaatan Ruga Palatal Untuk Identifikasi Forensik. -, Indonesian Journal of Dentistry, 2008.

Visitor Article : 6900

Visitor Download : 4