Detail Article

Oral and Maxillofacial Pathology Journal / Vol. 3. No. 2. 2016-02: 33 - 42


Prevalence of follicular and plexiform type ameloblastoma at RSUD Dr. Soetomo in 2011 – 2015 period


Prevalensi ameloblastoma tipe folikuler dan pleksiform di RSUD Dr. Soetomo periode 2011-2015

  1. Ayu Larissa Putri
    Mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi Universitas Airlangga
    ayularissaputri@gmail.com
  2. Bambang Sumaryono
    Staf Pengajar Departemen Patologi Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Unair
    doekoen38@yahoo.com
  3. Retno Pudji Rahayu
    Staf Pengajar Departemen Patologi Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Unair
    retnorahayu@yahoo.com

Abstract

 Based on data from the relative frequency of odontogenic tumors in the worldwide population in 1950-2010, ameloblastoma was the highest prevalence, as many as 3383 cases (39.6%) of 8544 odontogen tumor found. Histopathologically, the follicular and plexiform type are the most common. Purpose. The aim of this study is to analyze and evaluate the prevalence of ameloblastoma plexiform and follicular type in  RSUD Dr. Soetomo period 2011-2015. Method. This study analyzed all of ameloblastoma patients medical records archived from 2011 to 2015. Desscriptive statistics were performed to calculate the frequency and percentages of some variables. Age was stratified into various groups at 19 years interval. The chi-square test for differences between two groups were used. The level of statistical significance was set at P <0.05 Results. The result showed that follicular was the most common at RSUD Dr. Soetomo in 2011-2015 (37%) from 100 cases of ameloblastoma follicular and plexiform type, (85 (85%) cases occured in mandible, 41(41%) occured in the 20-39 year old age group, 54(54%) patients were males. Conclusion. In RSUD Dr. Soetomo period 2011-2015, ameloblastoma most presented in mandible, in adult period, more frequent in men than women and more predominantly follicular.

Keyword: Prevalence, Ameloblastoma, Follicular, Plexiform,

Abstrak

Latar Belakang. Berdasarkan data frekuensi relatif tumor odontogen pada populasi seluruh dunia pada 1950-2010, ameloblastoma memiliki prevalensi tertinggi, yaitu 3383 (39,6%) dari 8544 kasus tumor odontogen. Secara histopatologi, tipe folikuler dan pleksiform paling banyak ditemui. Tujuan. Untuk mengetahui prevalensi ameloblastoma tipe folikuler dan pleksiform di RSUD Dr. Soetomo periode 2011-2015. Metode. Penelitian ini menganalisa seluruh rekam medik pasien ameloblastoma dari tahun 2011 hingga 2015. Penelitian deksriptif dilakukan untuk menghitung frekuensi dan persentase dari beberapa variabel. Variabel umur dibagi dalam beberapa kelompok dengan rentang usia 19 tahun. Uji chi-square digunakan untuk mengetahui perbedaan antara 2 kelompok. Nilai P ditetapkan <0,05. Hasil. Tipe folikuler paling banyak ditemukan di RSUD Dr. Soetomo  pada 2011-2015 (35,9%) dari 100 kasus ameloblastoma tipe folikuler dan pleksiform, (85(85%) kasus terjadi di mandibula, 41 (41%) kasus pada kelompok usia 20-39 tahun, 54(54%) kasus pada pasien laki-laki. Kesimpulan. Di RSUD Dr. Soetomo periode 2011-2015, ameloblastoma paling banyak terjadi di mandibula, pada periode usia dewasa, pada pria, dan didominasi tipe folikuler.


Daftar Pustaka

  1. Setiady DR, Kajian Prevalensi Ameloblastoma Berdasarkan Usia, Regio, Jenis Kelamin, Tipe Histo Patologi Anatomis Dan Penatalaksanaannya Di RSD Dr. Soebandi Jember. Jember, Diakses dari repository.unej, 2015.

Visitor Article : 9782

Visitor Download : 2