Detail Article

Oral Medicine Dental Journal / Vol. 8. No. 1. 2016-01: 45 - 52


Prevalence of Uremic stomatitis in dialysis patiens at Haji General Hospital Surabaya


Prevalensi Uremic stomatitis pada pasien hemodialisis di RSU Haji Surabaya

  1. Aulya Setyo Pratiwi
    Mahasiswa S1 Pendidikan Dokter Gigi
    aulya.tiwi@yahoo.com
  2. Adiastuti Endah Parmadiati
    Staf Pengajar Departemen Ilmu Penyakit Mulut
    adiastutiep@gmail.com
  3. Desiana Radithia
    Staf Pengajar Departemen Ilmu Penyakit Mulut
    deisy.radithia@fkg.unair.ac.id

Abstract

Background. Chronic Kidney Disease (CKD) is defined as a progressive decline in renal function associated with glomerular filtration rate (GFR) lower than 60ml/min/1.73m2. In case of decrease in GFR value, it will reduce the capacity in clearing up various blood substances. The accumulation of the protein metabolism waste products such as creatinine serum and blood urea nitrogen (BUN) in the blood increase the salivary urea level, leading various of abnormalities in oral cavity. Xerostomia, burning sensation, oral malodor, taste disorders are common conditions in CKD patients undergoing dialysis. The urease bacteria that found in the dental calculus turns the salivary urea into free ammonia and leads to chemical trauma  against oral mucosa causing Uremic stomatitis. Purpose. To find out the prevalence of Uremic stomatitis in dialysis patients at Haji General Hospital Surabaya. Method. This descriptive obrsevational study conducted on 61 dialysis patients using cross sectional approach. Results. Five out of 61 subjects suffered Uremic stomatitis. Conclusion. The prevalence of Uremic stomatitis in CKD patients undergoing dialysisis at Haji General Hospital is 8,2%.

Keyword: Chronic Kidney Disease (CKD), dialysis, blood urea nitrogen (BUN),

Abstrak

Latar Belakang. Penyakit Ginjal Kronis (PGK) didefinisiakan sebagai kerusakan fungsi ginjal secara progresif yang ditandai dengan laju filtrasi glomerular (LFG) dibawah 60ml/min/1.73m2. Menunurunnya nilai LFG akan menurunkan kemampuan ginjal dalam menyaring dan membersihkan berbagai substansi darah. Penumpukan sisa-sisa metabolisme protein dalam darah seperti serum kreatinin dan BUN (blood urea nitrogen) dapat meningkatkan kadar urea saliva, hal ini dapat menyebabkan berbagai kelainan di rongga mulut. Xerostomia, sensasi rasa terbakar, oral malodor, dan kelainan pengecapan adalah beberapa kondisi yang paling sering ditemui pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Bakteri urease yang ditemukan pada dental kalkulus mengubah molekul urea dalam saliva menjadi amonia bebas dan mengakibatkan trauma kimiawi pada mukosa yang menyebabkan Uremic stomatitis. Tujuan. Untuk mengetahui prevalensi Uremic stomatitis pada pasien hemodialisis di RSU Haji Surabaya. Metode. Penelitian observasional deskriptif ini dilakukan pada 61 pasien hemodialisis menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil. Lima dari 61 subjek mengalami Uremic stomatitis. Kesimpulan. Prevalensi Uremic stomatitis pada pasien hemodialisis di RSU Haji sebesar 8,2 %.


Daftar Pustaka

  1. Anitasari S, Hubungan frekuensi menyikat gigi dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa sekolah dasar negeri di kecamatan palaran kotamadya samarinda provinsi kalimantan timur. -, Dental Journal. Vol 38(2), p. 88, 2005.
  2. McFarlane P, Chronic Kidney Disease in Diabetes. -, Canadian Journal of Diabetes; 37 p. 129-136, 2013.
  3. Laskaris George, Treatment of Oral Disease: A Concise Textbook. Stuttgart, Germany: Thieme, p. 12-13, 2006.

Visitor Article : 11581

Visitor Download : 82