Detail Article

Oral Medicine Dental Journal / Vol. 8. No. 1. 2016-01: 53 - 59


Prevalence of xerostomia in end-stage renal disease patients undergoing hemodialysis at Haji Hospital Surabaya


Prevalensi xerostomia pada pasien penyakit ginjal kronis stadium akhir yang menjalani hemodialisis di RSU Haji Surabaya

  1. Dita Rana Widati
    Mahasiswa S1 Pendidikan Dokter Gigi
    dita.rana-12@fkg.unair.ac.id
  2. Priyo Hadi
    Staf Pengajar Departemen Ilmu Penyakit Mulut
    priyohadi111@gmail.com
  3. Desiana Radithia
    Staf Pengajar Departemen Ilmu Penyakit Mulut
    deisy.radithia@fkg.unair.ac.id

Abstract

Background. Chronic Kidney Disease (CKD) implies structural renal damage that reduces glomerular filtration capacity of the kidneys leading to an increased serum creatinine and Blood Urea Nitrogen (BUN) levels. World populations who are undergoing a renal treatment due to the kidney disease are around 77% by hemodialysis treatment and 23% by kidney transplant. End-stage Renal Disease (ESRD) is also can cause complications in the oral cavity such as xerostomia. Xerostomia in ESRD patients is generally caused by limitation of fluid intake as a side effect of antihypertensive drugs and the effect of uremia on the salivary glands causing hyposalivation. Purpose. The aim of this study was to find out the prevalence of xerostomia in end-stage renal disease patients undergoing hemodialysis at Haji Hospital Surabaya. Method. Descriptive observasional study with cross-sectional total sampling method on 60 patients. Result. The prevalence of xerostomia in end-stage renal disease patient undergoing hemodialysis is 35 out of 60 patients (58.3%). The highest prevalence of xerostomia was found in patient with complications of hypertension and diabetes mellitus (72.2%) and long-term hemodialysis (92.3%). Conclusion. The prevalence of xerostomia in end-stage renal disease patient undergoing hemodialysis at Haji Hospital Surabaya on October 2015 is 58,3%.

Keyword: End-stage renal disease, hemodialysis, xerostomia,

Abstrak

Latar belakang. Penyakit Ginjal Kronis (PGK) menunjukkan kerusakan struktural ginjal yang mengakibatkan penurunan kapasitas filtrasi glomerulus ginjal yang mengarah kepada peningkatan serum kreatinin dan level blood urea nitrogen (BUN). Penduduk dunia yang menjalani perawatan ginjal akibat penyakit ginjal, diantaranya 77% dengan terapi dialisis dan 23% lainnya dengan transplantasi ginjal. Penyakit ginjal kronis stadium akhir mengakibatkan perubahan rongga mulut seperti xerostomia. Xerostomia sering dijumpai pada pasien penyakit ginjal kronis derajat 5 karena adanya batasan asupan cairan, efek samping obat hipertensi, dan efek uremia terhadap kelenjar saliva yang menyebabkan hiposalivasi. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi xerostomia pada pasien penyakit ginjal kronis stadium akhir yang menjalani hemodialisis di RSU Haji Surabaya. Metode. Observasional deskriptif dengan metode cross-sectional total sampling pada 60 pasien. Hasil. Prevalensi xerostomia pada pasien penyakit ginjal kronis stadium akhir yang menjalani hemodialisis sebanyak 35 dari 60 pasien (58.3%). Prevalensi tertinggi ditemukan pada pasien dengan komplikasi hipertensi dan diabetes melitus (72.2%) dan pasien hemodialisis jangka panjang (92.3%). Kesimpulan. Prevalensi xerostomia pada pasien penyakit ginjal kronis stadium akhir yang menjalani hemodialisis di RSU Haji Surabaya pada bulan Oktober 2015 sebesar 58.3%.


Daftar Pustaka

  1. Asha, Oral manifestations in diabetic and nondiabetic chronic renal failure patients on hemodialysis. -, J Indian Aca Oral Med Radiol. 24(4), 274-5, 2012.
  2. Bilous, Glycemic control and mortality in diabetic patients undergoing hemodialysis: much more to learn. -, J Kidney Dis. 63(1), p.84, 2014.
  3. Hamid, Systemic condition, oral findings, and dental management of chronic renal failure patients: general considerations and case report. -, Braz Dent J. 20(1), pp113-9, 2006.

Visitor Article : 10447

Visitor Download : 13