Detail Article

Material Dental Journal / Vol. 8. No. 1. 2017-01: 23 - 28


Propolis extract gel application to the socket of Cavia cobaya after tooth extraction to the quantity of osteoclast


Aplikasi gel ekstrak propolis pada soket pasca ekstraksi gigi Cavia cobaya terhadap jumlah sel osteoklas

  1. Muhammad Iqbal Adiameru Perkasa
    Mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Gigi
    odithadiameru10@gmail.com
  2. Sri Yogyarti
    Staf Departemen Material Kedokteran Gigi
    yogyarti@gmail.com
  3. Endanus Harijanto
    Staf Departemen Material Kedokteran Gigi
    endanusharijanto@gmail.com

Abstract

Background: Propolis is a material produced by Trigona Sp. bees which most of it contains resin, including flavonoids. Flavonoid may inhibit the performance of receptor activator of nuclear kB ligand (RANKL) so as to reduce the activity of osteoclastogenesis and reduces the number of osteoclast formed. Flavonoids also contains antioxidants that can bind reactive oxygen species (ROS), so that the resorption that occurs can be reduced. Moreover, flavonoids can improve osterix and Runx2 so the osteoblast cell can be mature quickly, mature osteoblast cell will play role in bone remodelling after tooth extraction. Purpose: To know propolis extract gel inhibition of the activity of bone resorption after tooth extraction in Cavia cobaya on 14 days by observing the amount of osteoclast cell. Methods: Ttooth extraction was conducted to 24 Cavia cobaya then divided them into 4 different group treatment: control group (CMC Na 3%), Group 1 (propolis extract gel 20%), Group 2 (propolis extract gel 30%), and Group 3 (propolis extract gel 40%). At day 14, the mandible was take and a histological preparation was made through HE coloring.  Afterwards, osteoclast cells was counted through binocular light microscope by using graticulae in 400x zooming. Data analysis with Kruskall Wallis test and post hoq with Mann Whitney test. Results: There was a significant difference between control group and group 3; and between group 2 compared to group 3. Conclusions: The extract propolis gel with 40% concentration can reduce the number of osteoclasts in 14th day after tooth extraction in cavia cobaya.

Keyword: Socket, extract propolis gel, flavonoids, osteoclast,

Abstrak

Latar belakang: Propolis merupakan bahan yang dihasilkan oleh lebah Trigona sp. yang sebagian besar mengandung resin diantaranya senyawa flavonoid. Flavonoid dapat menghambat kinerja dari receptor activator of nuclear kB ligand (RANKL) sehingga dapat menurunkan aktivitas osteoklastogenesis dan akan mengurangi jumlah osteoklas yang terbentuk. Flavonoid juga mengandung antioksidan yang dapat mengikat reactive oxygen species (ROS), sehingga resorpsi yang terjadi dapat berkurang. Selain itu flavonoid dapat meningkatkan osterix dan Runx2 sehingga sel osteoblas dapat mengalami maturasi dengan cepat, sel osteoblas yang matur akan berperan dalam remodelling tulang pasca ekstraksi gigi. Tujuan: Mengetahui daya hambat gel ekstrak propolis terhadap aktivitas resorpsi tulang pasca ekstraksi gigi marmot (Cavia cobaya) pada hari ke-14 dengan mengamati jumlah sel osteoklas. Metode: Ekstraksi gigi dilakukan pada 24 ekor marmot, kemudian membagi dalam 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol (CMC Na 3%), kelompok 1 (gel ekstrak propolis 20%), kelompok 2 (gel ekstrak propolis 30%), dan kelompok 3 (gel ekstrak propolis 40%). Pada hari ke–14, hewan coba marmot diambil mandibulanya untuk pembuatan preparat histopatologi (HPA) dengan pewarnaan HE, kemudian melakukan penghitungan jumlah sel osteoklas menggunakan mikroskop binocular light dengan graticulae pada pembesaran 400x. Analisis data menggunakan Kruskall Wallis serta post hoc test dengan uji Mann Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok 3 serta kelompok 2 dibandingkan dengan kelompok 3. Simpulan: Gel ekstrak propolis 40% dapat menurunkan jumlah sel osteoklas pada hari ke-14 pasca ekstraksi gigi marmot.


Daftar Pustaka

  1. Kubilius M, The preservation of alveolar bone ridge during tooth extraction. -, Baltic Dental and Maxillofacial Journal 2012; 14: 3-11, 2012.
  2. Budiaman AR, Uji efektifitas empat variasi propolis trap terhadap produksi propolis lebah madu apis mellifera. Indonesia, Jurnal Perennial 2006; 2: 1-4, 2006.
  3. Sabir A, Respons inflamasi pada pulpa gigi tikus setelah aplikasi ekstrak etanol propolis (EEP). -, Dental Journal 2005; 38: 77-83, 2005.
  4. Rizqi CK, Pengaruh lama distress kronis terhadap perubahan jumlah sel osteoklas pada tulang alveolar tikus Sprague Dawley. Indonesia, Jurnal Pustaka Kesehatan 2016; 4: 61-7, 2016.
  5. Happy H, Pengaruh lama distress kronis terhadap perubahan jumlah sel osteoklas pada tulang alveolar tikus Sprague Dawley. Indonesia, Jurnal Pustaka Kesehatan 2016; 4: 61-7, 2016.
  6. Aditya N, Pengaruh lama distress kronis terhadap perubahan jumlah sel osteoklas pada tulang alveolar tikus Sprague Dawley. Indonesia, Jurnal Pustaka Kesehatan 2016; 4: 61-7, 2016.
  7. Steiner GG, The healing socket and socket regeneration. -, Compendium of Continuing Education in Dentistry Journal 2008; 29: 1-15, 2008.
  8. Warren F, The healing socket and socket regeneration. -, Compendium of Continuing Education in Dentistry Journal 2008; 29: 1-15, 2008.
  9. Ronald B, The healing socket and socket regeneration. -, Compendium of Continuing Education in Dentistry Journal 2008; 29: 1-15, 2008.
  10. Melissa PK, The healing socket and socket regeneration. -, Compendium of Continuing Education in Dentistry Journal 2008; 29: 1-15, 2008.

Visitor Article : 345

Visitor Download : 8