Detail Article

Dentomaxillofacial Radiology Dental Journal / Vol. 7. No. 2. 2016-08: 1 - 5


Radiographic of maxillary third molar development in 9 – to 24-year-olds among airlangga university dental hospital


Gambaran radiografi tumbuh kembang molar tiga rahang atas pada usia 9-24 tahun di rsgm fkg universitas airlangga

  1. Calista Dienar Fadhillah Suryono
    Mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya-Indonesia
    calistadienar@gmail.com
  2. Otty Ratna Wahyuni
    Staf Pengajar Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya-Indonesia
    ottyratna@yahoo.co.id
  3. Eha Renwi Astuti
    Staf Pengajar Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya-Indonesia
    e_renwi_a@yahoo.com

Abstract

Background:  Identification  is  a  verification  of  human  identity  process  whether  the  person  is  alive  or  dead.  Age estimation is one of the identification procedure. The accuracy and precision of maxillary third molar development can be used as an indicator of chronological age in young adult especially at the age of 14 years onward. Purpose: The aim of  this  study  was  to  investigate  the  radiographic  of  maxillary  third  molar  development  in  9-  to  24-year-olds  among Airlangga University Dental Hospital. Methods: This study was observed the maxillary third molar development in 60 samples of Airlangga University dental hospital’s panoramic radiographs at age 9-  to 24-year-old by three observersusing  Demirjian’s modified method.  This study was observed by three observers and then taken the average.  Results: The result  of the average age values in maxillary third molar developmentare: phase 0 is 9-year-old, phase A: 9.90-year-old, phase B: 11.01-year-old, phase C: 12.86-year-old, phase D: 15.90-year-old, phase E: 16.50-year-old, phases F:  16.66-year-old,  phase  G:  17.87-year-old,  and  phase  H:  20.93-year-old.  Conclusion:  Maxillary  third  molar development can be used to determine the approximate age and help in forensic field

Keyword: tumbuh kembang molar tiga rahang atas, usia kronologis, radiografi panoramik,

Abstrak

Latar  belakang:  Proses  identifikasi  merupakan  proses  dikenalnya  kembali  diri  seseorang  baik  yang  masih  hidup
maupun sudah meninggal. Salah satu bagian dari prosedur identifikasi individu adalah perkiraan usia.Gigi molar tiga
rahang atas dapat digunakan sebagai indikator perkiraan usia yang baik karena pada usia di atas 14 tahun gigi molar tiga
masih mengalami tumbuh kembang. Tujuan: Mengetahui gambaran radiografi tumbuh kembang molar tiga rahang atas
pada  usia  9  –  24  tahun  di  RSGM  FKG  Universitas  Airlangga.  Metode:  Pada  penelitian  ini  dilakukan  pengamatan
tumbuh kembang gigi  molar tiga rahang  atas pada 60 sampel radiograf  panoramik usia 9  –  24 tahun di RSGM FKG
Universitas Airlangga oleh tiga peneliti  menggunakan metode modifikasi Demirjian. Penelitian ini dilakukan oleh tiga
peneliti,  kemudian  hasil  dari  ketiga  peneliti  di  rata  –  rata.  Hasil:  Hasil  pengukuran  rata-rata  usia  tumbuh  kembang
molar tiga rahang atas pada fase 0 adalah 9 tahun, fase A: 9,90 tahun, fase B: 11,01 tahun, fase C: 12,86 tahun, fase D:
15,90 tahun, fase E: 16,50 tahun, fase F: 16,66 tahun, fase G: 17,87 tahun, dan fase H: 20,93 tahun.  Simpulan: Tumbuh
kembang molar tiga rahang atas dapat digunakan untuk menentukan perkiraan usia dan sebagai alat bantu dalam bidang
forensik.


Daftar Pustaka

  1. Panchbhai AS. , Dental Radiographic Indicators, a key to age estimation. . -, Dentomaxillofacial Radiology; 40: pp. 199 – 212., 2011.
  2. Dawlidowicz BI, Frankowski W, dan Hauser R, A review of investigational methods used in dentition based age determination. . -, Probl Forensic Sci. 57 p. 139, 2004.
  3. Lewis AJ, Boaz K, Nagesh KR, Srikant N,Gupta N, Nandita KP,Manaktal N, Demirjian’s method in the estimation of age: A study on human third molars.. -, J Forensic Dent Sci;7:153-7, 2015.

Visitor Article : 1363

Visitor Download : 2