Detail Article

Journal of Dental Technology / Vol. 5. No. 2. 0000-00: 21 - 29


The amount and duration exposure of acrylic dust in removable orthodontic appliance fabrication


JUMLAH DAN LAMA PAPARAN DEBU AKRILIK PADA PEMBUATAN PERANTI ORTODONTI LEPASAN

  1. Sianiwati Goenharto
    Departemen Kesehatan, Fakultas Vokasi Universitas Airlangga
    sianiwati.goenharto@yahoo.co.id
  2. Elly Rusdiana
    Departemen Kesehatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia Universitas Airlangga

Abstract

Background: Finishing and polishing of removable orthodontic appliance will produce acrylic dust that can be harmful to health, one of which resulted in pneumoconiosis. The duration and concentration of exposure is an important factor associated with the risk associated with toxicology. Objective: To find out the amount of acrylic dust and duration of finishing and polishing generated in the manufacture of a removable orthodontic appliance by the fourth and sixth semester student of TKG Study Program the Faculty of Vocational TKG UNAIR. Methods: This observational study conducted with samples were removable orthodontic appliances made with the layering technique. After setting, the plate was removed from the working model and was weighed. The time required to complete finishing and polishing were recorded and also after the orthodontic plate smooth and shiny. Data were analyzed descriptively. Differences in the amount of acrylic dust and duration of finishing and polishing by the fourth and sixth semester students analyzed by t test (a= 0.05). The relationship between the amount of acrylic dust and the duration of finishing and polishing was analyzed using Pearson test with p value a 0:05 rated significantly. Results: The t-test showed that the finishing and total dust acrylic produced by the students of fourth semester was significantly greater than the sixth semester (p <0.05), but there was no significant difference of the amount of polishing dust between them (p> 0.05). Duration of finishing and  polishing by student of fourth semester significantly different from the sixth semester. (P = <0.05). One way ANOVA test showed that there was no significant difference on the amount of dust finishing (p = 0.89), the amount of dust polishing (p = 0.52) and total dust acrylic (p = 0.97), duration of finishing (p = 0:29) and polishing (p = 0.064) of the three orthodontic plates made by the sixth semester students. Analysis by Tuckey HSD showed significant differences between the total finishing and polishing time in the manufacture of first and third orthodontic plate. Pearson correlation test found no relationship between the amount of acrylic dust and finishing and polishing duration by the students of fourth semester. (P = 0.45> 0.05 to r = 0.14); as well as students of sixth semester. (P = 0.11> 0.05, p = 0:29). Conclusion: It is concluded that the amount of acrylic dust  in the manufacture of orthodontic plate by the fourth and sixth semester are 1.56 and 1.32 grams, respectivelly Finishing and polishing duration were 220.5 and 55.58 minutes, respectivelly. With the danger of exposure to dust acrylic, it is advisable to always anticipate the dust by wearing personal protective equipment, training to increase skills, providing a vacuum cleaner and adequate ventilation.

Keyword: acrylic dust, finishing, polishing, debu akrilik, finishing,

Abstrak

Proses finishing dan polishing  menghasilkan debu yang dapat membahayakan kesehatan, salah satunya adalah pneumokoniosis. Durasi  dan konsentrasi paparan merupakan faktor penting yang berhubungan dengan resiko terkait dengan toksikologi. Tujuan: Untuk mengetahui berapa jumlah debu yang dihasilkan pada pembuatan peranti ortodonti lepasan dan berapa lama finishing dan polishing pada pembuatan plat ortodonti oleh mahasiswa semester IV dan VI TKG Fakultas Vokasi UNAIR.  Metode: Penelitian observasional analitik dilakukan dengan sampel peranti ortodonti lepasan yang dibuat mahasiswa semester IV dan VI Prodi D3 Teknik Kesehatan Gigi dengan teknik layering. Setelah pengisisan akrilik selesai, plat dilepas dari model kerja dan ditimbang beratnya. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan  finishing dan polishing dicatat, demikian pula dengan berat plat ortodonti setelah halus dan mengkilap. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Perbedaan jumlah dan lama paparan debu yang dihasilkan mahasiswa semester IV dan VI dianalisis dengan t test dengan p value £ 0.05 dinilai signifikan. Sedangkan analisis secara analitik digunakan untuk menguji hubungan antara jumlah debu dan lamanya proses finishing dan polishing  yang dilakukan, memakai uji Pearson dengan p value £ 0.05 dinilai signifikan. Hasil: Uji t menunjukkan bahwa debu finishing dan total debu akrilik yang dihasilkan oleh mahasiswa semester IV lebih besar secara bermakna dibandingkan dengan semester VI (p < 0.05), tetapi  tidak ada perbedaan yang bermakna antara jumlah debu polishing yang dihasilkan mahasiswa semester IV dan VI (p>0.05). Waktu finishing, polishing, total waktu finishing dan polishing yang diperlukan mahasiswa semester IV berbeda secara bermakna dibandingkan semester VI. (p=<0.05). Uji one way anova menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah debu finishing (p= 0.89), jumlah debu polishing (p=0,52) maupun total debu akrilik (p=0.97) saat mahasiswa semester VI membuat ketiga plat ortodonti tersebut. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara waktu finishing (p=0.29) dan polishing (p=0.064) pada pembuatan 3 plat ortodonti oleh mahasiswa semester IV dan VI, tetapi didapatkan perbedaan bermakna pada total waktu finishing dan polishing pada pembuatan ketiga plat ortodonti (p= 0.044). Analisis dengan Tuckey HSD menunjukkan perbedaan bermakna antara total waktu finishing dan polishing pada pembuatan plat ortodonti pertama dan plat ketiga.  Dari hasil uji korelasi Pearson didapatkan tidak ada hubungan antara jumlah debu yang dihasikan dengan waktu finishing dan polishing oleh mahasiswa semester IV. (p=0,45 > 0,05 dengan nilai r=0,14); demikian juga dengan mahasiswa semester VI. (p=0,11 >0,05 dengan p=0.29). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa jumlah debu yang dihasilkan pada pembuatan plat ortodonti oleh mahasiswa Teknik Kesehatan Gigi semester IV dan VI adalah 1,56 dan 1,32 gram dengan waktu finishing dan polishing 220,5 menit dan 55,58 menit. Dengan adanya bahaya paparan debu akrilik, disarankan agar senantiasa mengantisipasi debu dengan memakai alat pelindung diri, melakukan pelatihan untuk menambah ketrampilan, menyediakan penyedot debu dan sistem ventilasi yang memadai.


Daftar Pustaka

  1. 1. Alavi A, Shakiba M, Nejad AT, Massahnia S, Shiari A, Respiratory findings in dental laboratory technicians in Rasht . North of Iran, Tanafflos, 2011.

Visitor Article : 6092

Visitor Download : 3