Detail Article

Orthodontic Dental Journal / Vol. 8. No. 1. 2017-01: 17 - 22


The effect of estrogen and progesteron fluctuation during menstrual cycle to the acceleration strategy of orthodontic tooth movement


Peran fluktuasi hormon estrogen dan progesteron dalam siklus menstruasi terhadap strategi percepatan pergerakan gigi ortodonti

  1. Melisa Budipramana
    Mahasiswa PPDGS Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
    bdprmnmelz@gmail.com
  2. Ari Triwardhani
    Staf Pengajar Departemen Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
    -
  3. Jenny Sunariani
    Staf Pengajar Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
    -

Abstract

Background: Orthodontic tooth movement happens through bone apposition on tension side and bone resorption on pressure side as soon as mechanical force applied on teeth. The rate of orthodontic tooth movement can be influenced by certain drugs and systemic factors, including female sex hormones that fluctuate along the menstrual cycle. Purpose: to understand within the menstrual cycle, the amount of estrogen and progesteron changes according to the phase of the cycle. Estrogen inhibits alveolar bone remodeling by reducing the production of pro-inflammatory cytokines (IL-1, IL-6, TNF-a, M-CSF) and stimulating calcitonin and anti-resorption cytokine on osteoblast (TGF-b) so that osteoclast activity decreases. Review: estrogen also inhibits bone resorption through RANKL/RANK/osteoprotegerin system by inducing osteoprotegerin secretion. Progesteron increases prostaglandin and osteocalcin production and decreases IL-6 synthesis but does not cause any significant effect on bone metabolism. At the time of menstruation, orthodontic tooth movement is accelerated and at ovulation, tooth movement is decelerated. Conclusion: orthodontic force should be applied after ovulation so that orthodontic tooth movement can be accelerated.

Keyword: menstrual cycle, orthodontic tooth movement, estrogen, pro-inflammatory cytokines, osteoprotegerin,

Abstrak

Latar Belakang: Pergerakan gigi ortodonti terjadi melalui adanya pembentukan tulang baru pada sisi tarikan dan resorbsi tulang pada sisi tekanan setelah gaya mekanis diaplikasikan pada gigi. Laju pergerakan gigi ortodonti dapat dipengaruhi oleh penggunaan obat dan faktor sistemik, termasuk hormon seks pada wanita yang berfluktuasi seiring dengan siklus menstruasi. Tujuan: memahami bahwa dalam siklus menstruasi, terdapat perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron. Estrogen menghambat remodeling tulang alveolar dengan menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (IL-1, IL-6, TNF-a, M-CSF) dan merangsang kalsitonin serta sitokin anti-resorbsi pada osteoblas (TGF-b) sehingga aktivitas dan umur osteoklas menurun. Diskusi: resorbsi tulang juga dihambat oleh estrogen melalui sistem RANKL/RANK/osteoprotegerin dengan cara meningkatkan sekresi osteoprotegerin. Progesteron meningkatkan produksi prostaglandin dan osteokalsin serta menurunkan IL-6, tetapi tidak menimbulkan perubahan metabolisme tulang yang signifikan. Pada saat menstruasi terjadi peningkatan laju pergerakan gigi ortodonti sedangkan pada saat ovulasi laju pergerakan gigi ortodonti menurun. Kesimpulan: gaya ortodonti sebaiknya diaplikasikan setelah ovulasi agar pergerakan gigi ortodonti dapat terjadi lebih cepat.


Daftar Pustaka

  1. 1. Sirisoontorn I, Hotokezaka H, Hashimoto M, Gonzales C, Luppanapornlarp S, Darendeliler MA, Yoshida N, Tooth movement and root resorption; the effect of ovariectomy on orthodontic force application in rats. -, Angle Orthod, 2011.

Visitor Article : 108

Visitor Download : 0