Detail Article

Dental Forensic Journal / Vol. 3. No. 2. 2016-12: 5 - 10


The Palatal Rugae Patterns as a Sex Determinant on the Tengger Population


Pola Palatal Rugae Sebagai Penentu Jenis Kelamin Pada Populasi Tengger

  1. Beshlina Fitri W.R.P
    Mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi, Departemen Odontologi Forensik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga
    beshlinafitri@gmail.com
  2. Mieke Sylvia M.A.R
    Dosen Pengajar Departemen Odontologi Forensik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga
    miekesud@gmail.com
  3. Susy Kristiani
    Dosen Pengajar Departemen Odontologi Forensik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga
    beshlinafitri@gmail.com

Abstract

Background: Palatal rugae pattern has been used in many studies with different purposes, especially in anthropology, comparative anatomy, forensic odontology. Palatal rugae is very useful because it can survive from decomposition process, palatal rugae doesn’t change its shape throughout the ages and has the ability to repair tissue trauma and protected by the lips, cheeks, tongue, the layer of fat in the buccal and dental on fire incidents and trauma that gave a major impact. Palatal rugoscopy is a palatal rugae study that aims to help establish the identity of the individual law enforcement in terms of dentistry. Purpose: This study aimed to prove that differences in palatal rugae pattern can be used as a determinant of the sex of the population of Tengger. Materials and Methods: This research is an observational-analytic, because without treating the object under study. Collecting data is taken by molding object’s palate with alginate and filled with gypsum type 3 and measuring the length and shape of men and women palatal rugae based on Jawad (2010) classification by caliper with an accuracy of 0.01 mm. Results: In the study it was found that there were significant differences in the pattern of diverging and circular palatal rugae between men and women. Conclusion: There is a palatal rugae pattern differences between men and women can be seen from the appearance of circular pattern on the palatal rugae men. This differences may be a characteristic of Tengger population.

Keyword: Pola palatal rugae, Odontologi Forensik, Populasi Tengger,

Abstrak

Latar belakang: Pola palatal rugae telah dipergunakan dalam banyak penelitian dengan berbagai tujuan terutama pada antropologi, anatomi perbandingan, odontologi forensik. Palatal rugae sangat berguna karena mampu bertahan dari proses dekomposisi. Palatal rugae tidak berubah bentuknya sepanjang usia dan memiliki kemampuan untuk memperbaiki jaringannya akibat trauma dan terlindungi oleh bibir, pipi, lidah, lapisan lemak di bukal dan gigi pada insiden kebakaran dan trauma yang memberikan dampak besar. Palatal rugoscopy merupakan studi pada palatal rugae yang bertujuan untuk membantu menegakkan identitas individu dalam penegakkan hukum dari segi kedokteran gigi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa perbedaan pola palatal rugae dapat digunakan sebagai penentu jenis kelamin pada Populasi Tengger. Metode: Penelitian ini adalah penilitian observasional analitik karena tidak memberi perlakuan pada objek selama diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan mencetak palatum objek dengan alginat lalu diisi dengan gipsum tipe 3 dan mengukur panjang dan bentuk palatal rugae laki-laki dan perempuan berdasarkan klasifikasi Jawad (2010) dengan caliper berakurasi 0,01 mm. Hasil: Pada penelitian ditemukan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada pola palatal rugae diverging dan circular antara laki-laki dan perempuan. Simpulan: Ada perbedaan pola palatal rugae antara laki-laki dan perempuan yang dapat dilihat dari munculnya pola circular pada palatal rugae laki-laki. Perbedaan ini kemungkinan merupakan ciri khas pada populasi Tengger.


Daftar Pustaka

  1. 1. Sanjaya PR, Gokul S, Prithviraj KJ, Rajendra S, Significance of palatal rugae: A review. -, International journal of dental update, 2012.

Visitor Article : 6139

Visitor Download : 5