Detail Article

Journal of Prosthodontic / Vol. 7. No. 2. 2016-02: 12 - 17


The porosity and surface hardness of heat cure acrylic resin in convensional and injection techniques


Porusitas dan Kekerasan Permukaan Resin Akrilik Heat Cure pada Tehnik Konvensional dan Injeksi

  1. Soekobagiono
    Staf Dosen Departemen Prostodonsia
    soeko.fkg@gmail.com
  2. Dharma Satya Aprianto
    Staf Dosen Departemen Prostodonsia
    -

Abstract

Backgrounds: Molding process in the manufacture of denture base is a process of inserting a cuvette into the acrylic material used to form the basis of acrylic resin denture base. Conventional techniques are molding processes that are currently most often used in Indonesia. Molding process using conventional techniques may be a few things that harm, among others, the amount of residual monomers, changes in vertical dimension of the denture base and cause porosity caused the presence of air dissolved in the monomers in the polymer. The process of injection molding by means of techniques which inject the acrylic material into the cuvette by means of injection without opening the corresponding cuvettes. This process is still relatively new in Indonesia, the equipment is quite expensive and the manufacturing process is quite complicated. Appropriate reference plant, injection technique has advantages over conventional techniques such as reducing the risk of increasing the vertical dimension, has a high impact strength and optimum shringkage.. Purpose: This research is aimed to look at the amount of porosity and surface hardness of heat cured acrylic resin on convebsional moulding technique and injection moulding technique. Method: Samles in the form of tablet-shaped acrylic plate with a diameter of 60 mm and a thickness of 2mm. The samples were divided into two group, the first group acrylic sample processed in conventional moulding technique as much as 7 sample and the second is the acrylic samples processes. In injection moulding technique as much as 7 pieces sample. Before the calculation of the amount of porosity and surface hardness, acrylic samples have been slightly to 1mm so it can be translucent. Total porosity is seen under a light microscope with a magnification 10x10 and seen as many as 33 sight of view. Acrylic plate surface hardness were tested using a micro Vickers Hardness tester with penetration power of 50 gr. The data were tabulated ang analyzed using independent sample t test. Result: The amount of heat cured acrylic resin porosity using the injection moulding technique is less than using conventional moulding technique. After analyzing tha data using independent sample t test, tes was concluded that there are significant difference of heat cured acrylic resin using conventional moulding technique and using injection moulding technique. The surface hardness of heat cured acrylic resin showed no significant difference from acrylic resin using conventional moulding technique and injection moulding technique. Conclusion: The amount of heat cured acrylic resin porosity using the injection moulding technique is less than using conventional moulding technique. No difference of the surface hardness of heat acrylic resin processed in conventional moulding technique with processed in injection moulding technique.

Keyword: acrylic resin, porosity, surface hardness, conventional moulding technique and injection moulding tehchnique.,

Abstrak

Latar Belakang: Proses moulding dalam pembuatan basis gigi tiruan adalah suatu proses memasukkan bahan akrilik kedalam kuvet yang digunakan untuk membentuk dasar resin akrilik dari basis gigi tiruan. Tehnik konvensional adalah proses moulding yang saat ini paling sering digunakan di Indonesia. Proses moulding dengan menggunakan tehnik konvensional tersebut dapat terjadi beberapa hal yang merugikan, antara lain banyaknya monomer sisa, perubahan dimensi vertical basis gigi tiruan dan menyebabkan adanya porusitas yang disebabkan adanya udara dalam monomer yang tidak terlarut dalam polimer. Proses moulding dengan cara tehnik injeksi yaitu menginjeksi bahan akrilik kedalam kuvet dengan suatu alat injeksi tanpa membuka cuvet. Proses ini masih tergolong baru di Indonesia, peralatannya cukup mahal dan proses pembuatannya cukup rumit. Sesuai refrensi pabrik , tehnik injeksi mempunyai keunggulan dibandingkan tehnik konvensional seperti mengurangi resiko meningkatnya vertical dimensi, mempunyai kekuatan impak yang tinggi dan optimum shringkage. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaaan porositas dan  kekerasan resin akrilik heat cured  antara  tehnik konvensional dan tehnik injeksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat jumlah dan tingkat kekerasan permukaan resin akrilik heat cured pada tehnik konvensional dan injeksi. Metode: Sampel berupa lempeng akrilik berbentuk tablet dengan diameter 60 mm dan tebal 2mm. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah kelompok sampel akrilik yang diproses secara konvensional sebanyak 7 buah sampel dan kelompok kedua adalah kelompok sampel akrilik yang diproses secara injeksi sebanyak 7 buah sampel. Sebelum dilakukan perhitungan jumlah porusitas dan kekerasan permukaan, sampel akrilik ditipiskan sampai 1 mm supaya tembus cahaya. Jumlah porusitas dilihat dibawah mikroskop cahaya dengan pembesaran 10x10 dan dilihat sebanyak 33 lapang pandang. Kekerasan permukaan lempeng akrilik dites menggunakan alat micro Vickers hardness tester dengan daya penetrasi sebesar 50 gr. Data yang didapat ditabulasi dan dianalisa menggunakan uji independent sampel t ts dengan signifikansi 0,05. Hasil: Jumlah porusitas resin akrilik heat cure yang menggunakan tehnik injeksi lebih sedikit dibandingkan yang menggunakan tehnik konvensional. Stelah dilakukan analisa data menggunakan uji independent sample t test dengan signifikansi 0,05 didapatkan ada perbedaan yang signifikan resin akrilik heat cured yang menggunakan tehnik konvensional dengan yang menggunakan tehnik injeksi. Dari tingkat kekerasan permukaan dari resin akrilik heat cured menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan dari resin akrilik yang menggunakan tehnik konvensional dan tehnik injeksi.  Kesimpulan: Jumlah porositas resin akrilik heat cured yang menggunakan tehnik konvensional lebih banyak dibandingkan yang menggunakan tehnik injeksi. Tidak ada perbedaan tingkat kekerasan permukaan resin akrilik heat cured pada tehnik    konvensional dan tehnik injeksi.


Daftar Pustaka

  1. Craig, R. G, Dental material properties and manipulation. 8th ed. St. Louis, CV Mosby, 2004.

Visitor Article : 3464

Visitor Download : 19