Detail Article

Orthodontic Dental Journal / Vol. 8. No. 1. 2017-01: 23 - 30


Tooth movement mechanism in patients with diabetes mellitus


Mekanisme pergerakan gigi perawatan ortodonti pada penderita diabetes mellitus

  1. Ardan Fitrianto
    Mahasiswa PPDGS Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
    ardanfitrianto@gmail.com
  2. Alida
    Staf Pengajar Departemen Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
    -
  3. Yuliati
    Staf Pengajar Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
    -

Abstract

Background: Orthodontic tooth movement is obtained through alveolar bone and periodontal tissue remodeling in response to the presence of orthodontic force. Diabetes can affect the alveolar bone remodeling. Purpose: To understand the insulin as a bone anabolic agent that is responsible for the maintenance and improvement of bone density and resistance through direct and indirect effects on bone formation. Review: Diabetes mellitus is also associated with the buildup of the production of cytokines, which leads to stimulation of leukocytes and for inflammation In some systemic conditions, such as diabetes, disorders of the body affects the inflammatory reaction in tooth movement. Conclusion: Increased activity of inflammatory cells in diabetes mellitus supports imbalance between reabsorption and alveolar bone formation.

Keyword: Orthodontic tooth movement, inflammation, bone remodeling, diabetes mellitus,

Abstrak

Latar Belakang: Pergerakan gigi secara ortodonti diperoleh melalui remodeling tulang alveolar dan jaringan periodontal sebagai respon terhadap adanya gaya ortodonti. Diabetes dapat mempengaruhi remodeling tulang alveolar. Tujuan: memahami peran insulin sebagai agen anabolik tulang yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan peningkatan kepadatan dan resistensi tulang melalui efek langsung dan tidak langsungnya terhadap pembentukan tulang. Diskusi: diabetes mellitus juga dihubungkan dengan penumpukan produksi sitokin, yang mengarah pada perangsangan leukosit dan untuk terjadinya inflamasi. Pada beberapa kondisi sistemik, seperti diabetes, gangguan pada tubuh mempengaruhi reaksi inflamatori pada pergerakan gigi. Kesimpulan: peningkatan aktivitas sel-sel inflamatori pada diabetes mellitus mendukung ketidakseimbangan antara reabsorpsi dan formasi tulang alveolar.


Daftar Pustaka

  1. Proffit WR and Fields HW, Contemporary Orthodontics. -, St. Louis: Mosby Elsevier, 2000.

Visitor Article : 243

Visitor Download : 0