Detail Article

Journal of Prosthodontic / Vol. 8. No. 1. 2017-01: 45 - 49


Toxicity Test Of Celery Leaf (Apium graveolens L.) as an Ingredient of Mouthwash for Denture User on BHK-21 Fibroblast Cell Culture


Uji Toksisitas Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) sebagai Bahan Obat Kumur pada Pengguna Gigi Tiruan Terhadap Kultur Sel Fibroblas BHK-21

  1. Hasnah Diah Pratiwi
    Mahasiswa S1 Pendidikan Dokter Gigi
    hasnahdiah@gmail.com
  2. Utari Kresnoadi
    Staf Pengajar Departemen Prostodonsia
  3. Harry Laksono
    Staf Pengajar Departemen Prostodonsia

Abstract

Background. One requirement that a material can be used in dentistry is non-toxic, non-irritant, and has biocompatibility where material does not has disadvantage properties. Celery is a material that had the potential to be used as an ingredient of mouthwash for denture user. The first in in toxicity test is in vitro, in one of them is using MTT Assay. This test conducted on fibroblasts because it is the most important and the largest component from pulp, periodontal ligament and gingiva. Purpose. To know the toxicity effect of extracts of celery leaf (Apium graveolens L.) on BHK-21 fibroblast cells. Method. There are the fibroblast cell control group and the treatment group fibroblasts with the addition of celery extract. All samples were incubated in Eagles media for 24 hours. Then the material were given MTT and incubated for 4 hours. Then a reading with ELISA reader performed on cell culture plate. Results were analyzed using Kruskal Wallis and Mann Whitney Post Hoc. Result. There are significant differences between the groups of cells with all groups given treatment. Conclusion. Celery leaf extract (Apium graveolens L.) is not toxic to the fibroblasts cell culture.

Keyword: celery extract, fibroblast, MTT Assay, toxicity test,

Abstrak

Latar Belakang: Salah satu syarat agar suatu bahan dapat digunakan dalam bidang kedokteran gigi adalah tidak toksik, tidak iritan, dan mempunyai sifat biokompatibilitas dimana bahan tersebut tidak mempunyai sifat yang merugikan. Salah satu diantaranya adalah seledri yang mempunyai potensi sebagai bahan obat kumur bagi pengguna gigi tiruan. Uji lini pertama yang dilakukan adalah secara in vitro, salah satunya adalah dengan MTT Assay. Uji dilakukan pada fibroblas karena merupakan  sel  terpenting  dan  komponen  terbesar  dari  pulpa,  ligamen  periodontal  dan  gingiva. Tujuan: Mengetahui efek toksisitas ekstrak daun seledri (Apium graveolens L.) terhadap sel fibroblas BHK-21. Metode: Terdapat kelompok kontrol sel fibroblas dan kelompok perlakuan sel fibroblas dengan penambahan ekstrak seledri. Semua sampel diinkubasi dalam media Eagles selama 24 jam. Kemudian diberi bahan MTT dan diinkubasi selama 4 jam. Kultur sel pada plate lalu dilakukan pembacaan dengan ELISA reader. Hasil dianalisis dengan menggunakan Kruskall Wallis dan Post Hoc Mann Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok sel dengan semua kelompok perlakuan. Kesimpulan: ekstrak daun seledri (Apium graveolens L.) tidak toksik terhadap kultur sel fibroblas.


Daftar Pustaka


Visitor Article : 378

Visitor Download : 2